Membaca talqin bagi mayit setelah prosesi pemakaman merupakan tradisi yang umum dilakukan oleh masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia (Nahdlatul Ulama), untuk mengingatkan jenazah mengenai dasar-dasar iman saat menghadapi pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur.
Berikut adalah panduan lengkap bacaan talqin mayit dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya yang disusun untuk membantu Anda memahami serta mengamalkannya. Pembukaan Talqin
Talqin biasanya dimulai dengan kalimat tauhid dan potongan ayat Al-Qur'an tentang hakikat kematian.
Teks Arab:لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ... وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ المَوْتِ ... يَوْمَ القِيَامَةِ.
Latin:Lā ilāha illallāhu... [1] wa huwa ‘alā kulli syay’in qadīrun. Kullu nafsin dzā’iqatul mawti... [2] yaumal qiyāmah.
Artinya:"Tiada Tuhan selain Allah... [1] Dia berkuasa atas segala sesuatu. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati... [2] diberikan dengan sempurna balasanmu.". Inti Talqin (Penyebutan Nama Mayit)
Pembaca duduk di arah kepala jenazah dan memanggil nama mayit (Bin Ibunya, atau jika tidak tahu bin Adam) sebanyak tiga kali.
Teks Arab:يَا (nama mayit) بْنَ (nama ibu) ... اذْكُرِ العَهْدَ الَّذِي خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنْ دَارِ الدُّنْيَا، وَهُوَ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Latin:Yā (Nama Mayit) bin (Nama Ibu) ... udzkuril ‘ahda-lladzī kharajta ‘alayhi min dārid-dunyā, wa huwa syahādatu an lā ilāha illallāh, wa anna Muhammadan Rasūlullāhi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Artinya:"Wahai (Nama Mayit) bin (Nama Ibu) ... ingatlah janji yang engkau bawa saat keluar dari dunia ini, yaitu kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah." Jawaban untuk Malaikat (Munkar & Nakir)
Bagian ini memberikan petunjuk kepada mayit bagaimana menjawab pertanyaan di alam kubur.
Teks Arab:فَإِذَا جَاءَكَ الْمَلَكَانِ ... وَالْمُسْلِمُونَ إِخْوَانِي.
Latin:Fa idzā jā’akal malakānil... [3] wa-l-Muslimūna ikhwānī.
Artinya:"Apabila datang kepadamu dua malaikat... [3] dan kaum Muslimin saudaraku." Penutup Talqin
Talqin diakhiri dengan pengulangan kalimat Tauhid sebagai pengingat terakhir.
Teks Arab:لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ. ثَبَّتَكَ اللهُ بِالقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى الآخِرَةِ.
Latin:Lā ilāha illallāh Muhammadu-r-rasūlullāh. Tsabbatakallāhu bil qawlith-tsābiti fil hayātid-dunyā wa fil ākhirah.
Artinya:"Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah. Semoga Allah menguatkanmu dengan ucapan yang teguh di dunia dan di akhirat." Referensi
Teks lengkap talqin di atas dirangkum dari panduan NU Online, Kalam Sindonews, dan sumber praktis dari Scribd. Ini Bacaan Talqin dan Tahlil Mayit - NU Online
Membimbing atau mengingatkan jenazah yang baru saja dikuburkan melalui kalimat-kalimat tauhid dikenal dengan istilah Talqin Mayit. Tradisi ini lazim dilakukan oleh masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya warga Nahdliyin, sebagai bentuk ikhtiar agar almarhum tetap teguh imannya saat menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai bacaan talqin mayit dalam bahasa Arab, hukumnya, serta tata caranya. Hukum Membaca Talqin Mayit
Para ulama memiliki pandangan yang beragam mengenai praktik talqin setelah penguburan:
Sunnah: Merupakan pendapat mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i dan Hambali. Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Umamah al-Bahili dan keyakinan bahwa peringatan bermanfaat bagi orang beriman, baik yang hidup maupun mati.
Mubah (Boleh): Sebagian ulama mazhab Hanafi menganggapnya boleh karena tidak membawa kemudaratan dan justru memberikan ketenangan bagi mayit.
Makruh: Sebagian ulama mazhab Maliki memakruhkannya karena dianggap bukan merupakan amalan yang masyhur pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Bacaan Talqin Mayit (Arab, Latin, dan Artinya) Berikut adalah susunan teks talqin yang umum digunakan: 1. Pembukaan (Kalimat Tauhid)
Teks diawali dengan kalimat tauhid dan pujian kepada Allah.Teks Arab dan latin dapat dilihat di keboncinta.com.Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan puji-pujian, Yang menghidupkan dan mematikan, Dialah Yang Hidup dan Kekal tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, Dia berbuat sekehendak-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu". 2. Menyebut Nama Jenazah
Yā 'abdallāhi, ibna Hawā... (disebutkan nama jenazah).Artinya: "Wahai hamba Allah, anak Hawa...". 3. Inti Talqin (Pengingat Akidah)
Pengingat janji saat di dunia, yaitu syahadat, serta kebenaran pertanyaan Munkar dan Nakir.Teks Arab dan latin dapat dilihat di keboncinta.com.Artinya: "Ingatlah janji yang engkau bawa dari dunia: persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah... dan bahwasanya pertanyaan Munkar dan Nakir di dalamnya adalah benar". 4. Menuntun Jawaban
Fa idzā sa'alāka: Man rabbuka? Wa man nabiyyuka? Wa mā dīnuka? Fa qul lahumā: Allāhu rabbī, wa muhammadun nabiyyī, wal islāmu dīnī.Artinya: "Jika mereka bertanya: Siapa Tuhanmu? Siapa Nabimu? Apa agamamu? Maka katakanlah: Allah Tuhanku, Muhammad Nabiku, dan Islam agamaku". Tata Cara Pelaksanaan
Panduan Doa Talqin Mayit Lengkap: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
In a quiet village tucked between the rolling hills of Java, the air was thick with the scent of damp earth and frangipani. The sun was beginning to dip, casting long, amber shadows over the communal graveyard where the villagers had gathered. They stood in a solemn circle around a freshly dug grave, the final resting place of Haji Mansur, a man whose wisdom had been the village’s heartbeat for decades.
As the last shovelful of soil was smoothed over, a heavy silence fell. Then, the village Imam, Ustaz Hamdan, knelt at the head of the grave. He leaned in close to the earth, as if whispering a secret to an old friend. In a voice that was steady yet laden with emotion, he began to recite the Talqin.
"لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ," he began, the Arabic words flowing like a calm river. (There is no god but Allah, and Muhammad is the Messenger of Allah.) bacaan talqin mayit arab
He continued with the traditional exhortation, speaking directly to the soul of the departed:
"يَا عَبْدَ اللهِ ابْنَ أَمَةِ اللهِ، اذْكُرِ العَهْدَ الَّذِي خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا..."(O servant of Allah, son of a handmaid of Allah, remember the covenant upon which you left this world...)
The villagers listened, many with heads bowed, as the Ustaz reminded the departed—and the living—of the three fundamental questions of the grave. He spoke of the oneness of God, the truth of the Prophet, and the guidance of the Quran.
"When the two angels, Munkar and Nakir, come to you," the Ustaz whispered, "do not be afraid. Answer them with a firm heart: اللهُ رَبِّي (Allah is my Lord), وَالإِسْلَامُ دِينِي (Islam is my religion), وَمُحَمَّدٌ نَبِيِّي (and Muhammad is my Prophet)."
The recitation wasn't just for Haji Mansur; it was a mirror for everyone standing there. To the young men, it was a reminder of life’s fleeting nature. To the elders, it was a source of hope. As the final "Ameen" echoed through the trees, the crowd began to disperse, leaving the grave in the peaceful embrace of the evening. They walked away not just with sadness, but with the rhythmic echo of the Talqin in their hearts, a steady reminder of the journey that awaits every soul.
Berikut adalah susunan bacaan Talqin Mayit dalam bahasa Arab beserta urutannya, yang lazim dibaca setelah jenazah dimakamkan. Bacaan ini bertujuan untuk mengingatkan mayit yang baru saja dikuburkan mengenai jawaban atas pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. 1. Kalimat Pembuka (Tauhid) Dikutip dari , talqin biasanya dimulai dengan pernyataan keesaan Allah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الخَيْرُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ المَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُوْرَكُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ، فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ، وَمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الغُرُوْرِ 2. Panggilan Kepada Mayit
Nama mayit disebut sebanyak tiga kali dengan menyebut nama ibunya (bin/binti Hawa jika nama ibu tidak diketahui):
يَا عَبْدَ اللهِ، ابْنَ حَوَاء (Sebut nama mayit) اذكر ما خرجت عليه من الدنيا 3. Inti Ajaran (Syahadat & Iman)
Ini adalah bagian terpenting di mana mayit diingatkan tentang prinsip dasar Islam untuk menghadapi pertanyaan kubur: Kesaksian:
شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَأَنَّ الجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ، وَأَنَّ البَعْثَ حَقٌّ، وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيْهَا، وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي القُبُوْرِ. Jawaban Pertanyaan Kubur:
اقْرَرِ الآنَ إِذَا جَاءَكَ المَلَكَانِ المُوَكَّلَانِ بِكَ وَبِأَمْثَالِكَ: اللهُ رَبِّي (Allah adalah Tuhanku)
الإِسْلَامُ دِيْنِي (Islam adalah agamaku)
مُحَمَّدٌ نَبِيِّي (Muhammad adalah nabiku)
القُرْآنُ إِمَامِي (Al-Qur'an adalah imamku)
الكَعْبَةُ قِبْلَتِي (Ka'bah adalah kiblatku) 4. Doa Penutup (Keteguhan Hati) Mendoakan agar mayit diberikan keteguhan ( ) saat menjawab pertanyaan:
اللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ بِالقَوْلِ الثَّابِتِ، اللَّهُمَّ لَقِّنْهُ حُجَّتَهُ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ عَلَيْهِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. Informasi Tambahan: Waktu Membaca:
Talqin dibaca setelah liang lahat ditutup sempurna dan para pengantar belum meninggalkan makam sepenuhnya.
Menurut mayoritas ulama Syafi'iyah, hukum mentalqin mayit yang sudah baligh adalah Apakah Anda memerlukan terjemahan lengkap
per kalimat atau tata cara pembacaan yang lebih spesifik untuk jenazah perempuan? Ini Bacaan Talqin dan Tahlil Mayit - NU Online
Berikut adalah teks bacaan Talqin Mayit dalam bahasa Arab beserta teks Latin dan terjemahannya untuk membantu Anda mempersiapkannya. Pembukaan Talqin
Biasanya dimulai dengan pengingat tentang kematian dan ketauhidan kepada Allah.
Teks Arab:لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ... وَمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الغُرُوْرِ
Teks Latin:Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū... wa mal hayātud duniyā illā matā'ul ghurūri.(Teks lengkap dapat merujuk pada panduan NU Online atau Sindonews).
Artinya:"Tiada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya... Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu." Inti Talqin (Penguatan Akidah)
Dibacakan di depan jenazah untuk mengingatkan janji syahadat, kebenaran surga-neraka, dan kebangkitan.
Teks Arab & Latin:يَا (......) بِنْ / بِنْتِ (.......) اذْكُرِ الْعَهْدَ الَّذِيْ خَرَجْتَ عَلَيْهِ...Ya (Nama Mayit) bin/binti (Nama Orang Tua), udzkuril 'ahdal-ladzii kharajta 'alaihi... wa annallaha yab'atsu man fil qubuur.
Jawaban yang Dituntun (Ikrar):قُلْ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا...Qul: Radliitu billaahi rabban, wa bil islaami diinan... wa bil muslimiina ikhwaanan. Doa Penutup Permohonan ampunan bagi jenazah.
In Islamic tradition, is the act of instructing or reminding a person of the core tenets of faith, particularly during the transition from life to death or immediately following burial. The practice is deeply rooted in the belief that the soul remains conscious after death and can benefit from spiritual guidance as it prepares for the questioning in the grave. The Core Arabic Text of Talqin
The recitation typically follows a structured sequence designed to reinforce the deceased's identity and beliefs: Opening with Tahmid and Tauhid
Talqin mayit merupakan sebuah tradisi religius yang umum dilakukan oleh umat Islam di Indonesia sesaat setelah jenazah dikuburkan. Secara bahasa, talqin berarti "mendikte" atau "mengajarkan". Dalam praktiknya, talqin adalah proses membimbing mayit yang baru saja dikuburkan untuk mengingat kembali dasar-dasar akidah Islam guna menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai bacaan talqin mayit dalam bahasa Arab, tata cara, serta dalil yang menyertainya. Teks Bacaan Talqin Mayit (Arab & Latin) Talqin bukan rukun jenazah; ia termasuk amalan sunnah
Meskipun terdapat beberapa variasi teks, berikut adalah bacaan talqin yang umum digunakan berdasarkan kitab-kitab fikih:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyī wa yumītu wa huwa hayyun dā’imun lā yamūtu biyadihil khairu wa huwa ‘alā kulli syay’in qadīr. Inti Talqin (Ditujukan kepada Mayit)
يَا ... (Sebutkan Nama Mayit) ابْنَ / ابْنَةَ ... (Sebutkan Nama Ibunya) Yā [Nama Mayit] ibna/ibnata [Nama Ibunya].
اذْكُرِ الْعَهْدَ الَّذِي خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنْ دَارِ الدُّنْيَا، وَهُوَ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Udzkuril ‘ahdal ladzī kharajta ‘alayhi min dārid dunyā, wa huwa syahādatu an lā ilāha illallāh, wa anna muhammadan rasūlullāhi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
وَأَنَّكَ رَضِيْتَ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا، وَبِالْقُرْآنِ إِمَامًا، وَبِالْكَعْبَةِ قِبْلَةً، وَبِالْمُؤْمِنِيْنَ إِخْوَانًا
Wa annaka radhīta billāhi rabbā, wa bil-islāmi dīnā, wa bi-muhammadin nabiyyā, wa bil-qur’āni imāmā, wa bil-ka‘bati qiblata, wa bil-mu’minīna ikhwānā. Tata Cara Melakukan Talqin
Melakukan talqin bukan sekadar membaca teks, melainkan ada adab dan urutan yang perlu diperhatikan:
Posisi Penguburan: Pastikan jenazah sudah selesai dimakamkan dan tanah sudah diratakan.
Posisi Pembaca: Pembaca talqin duduk atau berdiri di dekat kepala mayit (menghadap wajah mayit).
Intonasi Suara: Gunakan suara yang jelas, tenang, dan tidak terburu-buru.
Penyebutan Nama: Nama mayit dipanggil dengan menisbatkan kepada ibunya (misal: Ahmad bin Fatimah). Jika nama ibu tidak diketahui, dinisbatkan kepada Siti Hawa.
Pengulangan: Dianjurkan untuk membacanya sebanyak tiga kali agar lebih mantap. Hukum dan Dalil Talqin Mayit
Dalam diskursus keislaman, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai talqin setelah penguburan: 1. Pendapat yang Menganjurkan (Mustahab)
Mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i dan Hanbali menganggap talqin sebagai hal yang baik dilakukan. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Abu Umamah Al-Bahili. Logikanya, orang yang baru dikuburkan sedang mengalami guncangan dan membutuhkan pengingat (tadzkirah) untuk menjawab pertanyaan malaikat. 2. Pendapat yang Menilai sebagai Bid'ah
Sebagian ulama lain berpendapat bahwa tidak ada hadits shahih yang secara kuat memerintahkan talqin setelah jenazah dikubur. Namun, banyak ulama yang tetap membolehkannya sebagai bentuk doa dan harapan agar mayit diberi keteguhan. Manfaat Membaca Talqin
Bagi Mayit: Diharapkan membantu mayit agar tetap teguh (tsabat) saat ditanya oleh Munkar dan Nakir.
Bagi Pelayat: Menjadi pengingat bagi mereka yang masih hidup bahwa kematian adalah nyata dan setiap orang akan menghadapi fase pertanggungjawaban yang sama.
Jika Anda membutuhkan teks lengkap beserta doa penutup atau ingin mengetahui perbedaan bacaan untuk mayit laki-laki dan perempuan, beri tahu saya. Saya bisa membantu menyusunkan draf yang lebih spesifik untuk keperluan praktis.
Bagaimana menurut Anda, apakah Anda ingin saya menambahkan doa khusus setelah talqin atau penjelasan tata bahasa Arab dalam teks tersebut?
Jika Anda mau, saya bisa:
Pilih salah satu jika Anda ingin saya buatkan.
Here is the common Arabic text for Talqin Mayit (guiding the deceased after burial), as recited in the Shafi'i and other Sunni traditions.
Text:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
يَا فُلَانَ بْنَ فُلَانَةَ (gantilah dengan nama mayit, putra dari ibunya) اذْكُرِ الْعَهْدَ الَّذِي خَرَجْتَ مِنْهُ إِلَى الدُّنْيَا، شَهَادَةَ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ رَبُّكَ، وَالْإِسْلَامَ دِينُكَ، وَالْقُرْآنَ إِمَامُكَ، وَالْكَعْبَةَ قِبْلَتُكَ، وَالْمُؤْمِنِينَ إِخْوَانُكَ، وَجِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ صَاحِبَاكَ، وَرَبَّنَا تَبَارَكَ وَتَعَٰلَى خَالِقُكَ وَرَازِقُكَ
فَإِذَا جَاءَكَ مُنْكَرٌ وَنَكِيرٌ فَلَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ، وَقُلْ رَبِّيَ اللَّهُ، وَدِينِيَ الْإِسْلَامُ، وَنَبِيِّيَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَيَقُولَانِ لَكَ: مَنْ رَبُّكَ؟ فَقُلْ: اللَّهُ رَبِّي. وَمَا دِينُكَ؟ فَقُلْ: الْإِسْلَامُ. وَمَا هَٰذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ؟ فَقُلْ: مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَإِنَّهُمَا يَقُولَانِ: مَا كُنْتَ تَقُولُ؟ فَتَقُولُ: كُنْتُ أَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، فَذَٰلِكَ قَوْلُ اللَّهِ تَعَٰلَى: ﴿يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ﴾
ثُمَّ افْتَحْ عَيْنَيْكَ وَانْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ الْجَنَّةِ، فَقَدْ بُشِّرْتَ بِهَا Jika Anda mau, saya bisa:
Note:
Berikut adalah panduan lengkap mengenai Bacaan Talqin Mayit beserta lafal Arab, latin, artinya, serta tata caranya menurut ajaran Islam (khususnya mengikuti pandangan Syafi'iyah yang banyak diamalkan di Indonesia).
Agar bacaan talqin ini sah secara sunnah, perhatikan tata cara berikut:
Waktu Pelaksanaan:
Posisi Pembaca:
Suara:
Menyebut Nama:
Jumlah Pembaca:
May this guide be beneficial, and may Allah forgive and have mercy on all deceased Muslims.
Berikut adalah bacaan talqin mayit dalam bahasa Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّهُ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ وَأَنَا لَهُ كَفيلٌ أَوْ قَالَ وَأَنَا لِذَلِكَ كَفيلٌ اللَّهُمَّ فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاكْرِمْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَابسطْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَقَهِرْ عَلى قَلْبِهِ أَنْ يَتَزَلَّلَ مِنَ الدُّنْيَا وَيُعَظِمَ مِنْ أَنْ يَلِقى الرَّحْمَنَ وَإِنَّهُ لَقَدْ كَانَ مِمَّنْ يَطيعُكَ فِى الدُّنْيَا وَيُطيعُ رَسُولَكَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَّلِ اللَّهُمَّ فَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالشَّهَادَةِ فَإِذَا أَقرَضْتَهُ فَطالَ أَجَلُهُ فَلا تَأخُذْهُ عَلى ذَلِكَ وَإِذَا كُنّا وَشيعَتَهُ فَلَم نَقص مِن جَزاءِ مَن تَركَ بَعدَهُ فَلا تَأخُذْهُ عَلى ذَلِكَ وَلا تَشأَف عَلى تِلكَ الأَخْطاءِ الَّتِى أَلِفَها وَإِنَّا أَتَيْنَاكَ بِالأَمورِ جَمِيعاً فَاقضِ مِنَ الأَمورِ مَشِيئَتَكَ وَغُدِ عَلى عَبْدِكَ مَدى رِضَاكَ
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya dia adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, dan anak bunda hamba-Mu. Dia meninggal di atas tempat tidurnya dan aku menjadi penjaminnya - atau dia adalah orang yang aku jamin. Ya Allah, maka ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, muliakanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah pintu masuknya, cucilah dia dengan air, salju, dan embun, dan kuasailah hatinya agar tidak berani menentang dunia dan mengagungkan diri untuk menemui Ar-Rahman. Dan sesungguhnya dia adalah orang yang taat kepada-Mu di dunia dan taat kepada rasul-Mu, maka sejahterakanlah, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar dan saksi. Jika Engkau meminjamkannya, maka panjangkanlah waktu pinjamannya, jika kami dan rombongan jenazahnya tidak mengurangi apa-apa dari ganjaran orang yang ditinggalkan setelah dia, maka janganlah Engkau mengambilnya karena itu, dan janganlah Engkau menyengsarakan karena kesalahan-kesalahan yang biasa dia lakukan. Dan sesungguhnya kami datang kepada-Mu dengan membawa segala urusan, maka putuskanlah urusan itu menurut kehendak-Mu dan berlakulah kepada hamba-Mu dengan sejahtera menurut keridhaan-Mu".
Semoga bermanfaat.
The practice of Talqin Mayit refers to providing oral guidance or reminders to the deceased, either during their final moments or immediately following their burial. In the context of Islamic tradition, particularly in Indonesia and among Shafi'i adherents, it is widely practiced to help the deceased answer the questions of the angels Munkar and Nakir in the grave. Core Arabic Talqin Text
The standard Arabic reading for the deceased after burial typically includes reminders of faith and the specific answers required in the afterlife:
يَا فُلَان بْن فُلَان (أو يَا عَبْدَ اللهِ ابْنَ أَمَةِ اللهِ)، أُذْكُرِ العَهْدَ الَّذِي خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا: شَهَادَةَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ، وَأَنَّ البَعْثَ حَقٌّ، وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا، وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ.
قُلْ رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا، وَبِالْكَعْبَةِ قِبْلَةً، وَبِالْقُرْآنِ إِمَامًا، وَبِالْمُؤْمِنِينَ إِخْوَانًا.
رَبِّيَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. Translation Summary:
"O [Name], remember the covenant upon which you left this world: the testimony that there is no god but Allah... and that the Hour is coming... Say: I am pleased with Allah as my Lord, Islam as my religion, and Muhammad (PBUH) as my Prophet...". Key Components of the Reading Hukum Talqin Mayit Menurut Mazhab Empat - NU Online
This piece is structured as an explainer/long-read, suitable for an Islamic blog, newsletter, or community publication.
Bagi yang belum terbiasa membaca tulisan Arab, berikut adalah tulisan latin dari bacaan talqin mayit arab di atas:
Yaa Fulaanu bin Fulaan (menyebut nama mayit dan nama ayahnya) – atau untuk perempuan: Yaa Fulaanatu bintu Fulaan – udzkuril ‘ahdalladzii kharojta ‘alaihi minad dun-yaa, syahaadata an laa ilaaha illallaah, wa anna muhammadar rasuulullaah. Wa ann al-jannata haqq, wan-naara haqq, wa annallaaha yab’atsu man fil qubuur.
Yaa Fulaanu, udzkur maa ji’ta bihi min kitaabillaahi ta’aalaa, wa sunnati rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Wa udzkur maa syahidta bihi fid dun-yaa: an laa ilaaha illallaah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Wadzkur anna rabbakallaah, wa diinakal islaam, wa nabiyyaka muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Catatan: Lafadz "Fulaan bin Fulaan" harus diganti dengan nama asli mayit dan nama ayahnya. Misal: Yaa Ahmad bin Abdullah.
Setelah selesai bacaan talqin, dianjurkan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ
Allahumma tsabbit-hu bil qoulits tsabit, wa a’idz-hu min ‘adzaabil qabri wa fitnatih.
Artinya: "Ya Allah, teguhkanlah dia dengan ucapan yang mantap (La ilaha illallah), dan lindungilah dia dari siksa kubur dan fitnahnya."
Para ulama (khususnya ulama Syafi’iyah) berpendapat bahwa membaca talqin mayit hukumnya sunah. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa talqin dianjurkan untuk dilakukan seusai pemakaman. Meskipun tidak ada dalil spesifik dari Al-Qur’an, hadis-hadis seperti riwayat dari Abu Umamah dan hadis tentang mayit yang dihantarkan ke kubur menjadi landasan anjuran ini.
Tujuan utama Talqin bukanlah untuk membacakan doa biasa, melainkan untuk mengingatkan kembali. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Tuntunlah mayit-mayit kalian untuk mengucapkan La ilaha illallah" (HR. Muslim).
Talqin mayit adalah bacaan yang diucapkan kepada jenazah setelah dikafankan dan sebelum dimakamkan. Tujuan talqin adalah mengingatkan mayit tentang pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur serta menegaskan tauhid dan pengakuan atas kenabian Muhammad ﷺ. Berikut saya sajikan teks bacaan talqin dalam bahasa Arab, transliterasi, dan terjemahan singkat ke dalam Bahasa Indonesia, serta panduan singkat pelaksanaannya.